Dalam rangka memperingati International Women’s Day 2017, Rabu (8/3/2017), Sarah Dwi Julianti, Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Kota Bandung mengutarakan gagasannya dalam menyikapi Persoalan Perempuan.
Smart Parenting,
merupakan salah satu metode yang coba direkomendasikan untuk menanggulangi
persoalan perempuan saat ini. Persoalan perempuan dengan keberagaman modus dengan
satu tujuan yaitu mengeksploitasi hak perempuan dalam kehidupan dapat disikapi
dengan soft action.
Sarah menegaskan, “Persoalan
perempuan secara umum dapat diminimalisir dari lingkungan rumah dan peran aktif
orang tua dengan pola asuh anak yang lebih mendominankan mendidik dengan hati, bukan
dengan emosi merupakan esensi daripada smart parenting yang dimaksud.”
Disadari dari proses
pendidikan anak yang tidak hanya cukup dilaksanakan disekolah, menuntut peran
orang tua untuk lebih aktif dalam hal memberikan pendidikan kepada anak. Dan keluarga
adalah rumah pertama sedangkan sekolah adalah rumah kedua bagi anak dalam
membentuk jati dirinya. Dimana Keluarga adalah awal dimana anak mengenal kebaikan
dan keburukan.
“Bila orang tua lebih
mengedepankan mendidik anak dengan hati dan bukan dengan emosi, akan tercipta
jati diri anak yang santun. Jati diri anak yang santun dapat menjauhkan dari
perilaku seorang anak untuk menjauhi sikap yang kurang baik dalam terhadap
perempuan”, sambung Sarah.
Menarik untuk
dilakukan dan dibagikan kepada setiap individu orangtua, persoalan perempuan
yang begitu beragam dapat diminimalisir dengan hal – hal yang sederhana dengan
ruang lingkup yang kecil.
Dan dalam
memperingati International women day 2017, Sarah pun berharap semoga persoalan –
persoalan terhadap perempuan baik anak, dewasa dan orang tua tidak terulang
lagi. Serta peranan perempuan ke depannya bisa menjadi inspirasi untuk
perubahan positif bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, juga bagi bangsa dan
negara. (Willy Mukti)
*)
Sarah Dwi Julianti, Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri
Kota Bandung. Alumni Universitas Pendidikan Indonesia Prodi Pendidikan
Sosiologi.
0 comments:
Post a Comment