Masih Tentang Wiji Thukul

Bermula dari sini:
Andi Arief: Faktanya Nggak Ada yang Lihat Wiji Thukul Diculik
http://news.detik.com/read/2014/07/01/095901/2624034/10/andi-arief-faktanya-nggak-ada-yang-lihat-wiji-thukul-diculik?9911012

Argumentum ad ignorantiam adalah salah satu dari sekian banyak model fallacy logika, kesesatan berpikir. Jurus silat lidah model ad-ignorantiam ini umurnya mungkin setua peradaban manusia, populer sebagai jurus favoritnya Socrates dalam bersilat lidah.

Ad ignorantiam mendasarkan kesimpulan atas sesuatu hal berdasarkan ketidaktahuan. Perhatikan silat lidah Andi Arief ini, quote: "Faktanya nggak ada yang lihat Wiji Thukul diculik."

Statemen ad-ignorantiam ala Andi Arief itu ingin menyampaikan pesan bahwa; Kita sebenarnya tidak tahu (Wiji Tukul diculik atau tidak), karena kita tidak melihat dan tidak hadir di suatu peristiwa, MAKA... itu berarti peristiwanya tidak ada, atau tidak pernah terjadi (penculikan Wiji Tukul).

Nah, fallacy logikanya adalah pada penarikan kesimpulannya, perhatikan kalimat setelah kata 'MAKA' di atas, itulah penarikan kesimpulan ad-ignorantiam. Dari ketidaktahuan menghasilkan kesimpulan yang dianggap sahih. Akrobatik argumen ad-ignorantiam ala Andi Arief itu setara dengan ilustrasi bahwa tak ada yg melihat bapakmu menyetubuhi ibumu, tak ada satupun orang yg hadir pada saat persetubuhan itu berlangsung, MAKA kehamilan ibumu yg mengandungmu dulu itu tidak pernah terjadi. Maka kau sesungguhnya tidak pernah eksis di dunia ini! Inilah bahayanya fallacy logika ad-ignorantiam. Ketidaktahuan memvalidasi kesimpulan atas suatu hal.

Pada akhirnya, wahai kawan-kawan, dimanapun posisi politik kita, entah kini atau esok, mestinya tak boleh menggagahi logika, rasionalitas dan -terutama- hati nurani kita. Menukar kematian kawan seperjuangan kita dengan sekerat roti dari meja kekuasaan, bukan saja biadab, tapi juga juga menggerus kemanusiaan kita dan akan menetes kepada generasi mendatang dari republik yg kita cintai ini. Aku tak sedang khotbah moral. Hanya mengais-ngais komitmen yg mungkin masih tersisa dari saat kita bersama dulu saat mengepalkan tangan kiri ke udara dan melakukan perlawanan atas nama rakyat tertindas.

Well, rupanya sebagian kita sudah bertransformasi menjadi lebih monster dari monster yg dulu kita gulingkan.

Source : Akun Facebook Jojo Rohi

0 comments:

Post a Comment

 
Inventory Activity © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top